Friday, 14 December 2012

Gaya Hidup "MODERN" dan Kesehatan



1. Botol Plastik






Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik, dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini, mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA).

Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.


 2. SATE



Kalau Anda suka makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.



3.  UDANG DAN VITAMIN

 


Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!! Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!!



4. MIE INSTANT



Para penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan meng konsumsinya lagi. Informasi kedokteran bahwa ternyata terdapat lilin yang melapisi Mi Instan. Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak.

Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya.

Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan Minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.

Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.



5. KEMASAN MAKANAN


Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.

Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.



6. KERTAS PEMBUNGKUS MAKANAN



Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengan dung timbal Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah, dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis (kelumpuhan).

Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat Kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.



7. STYROFOAM



Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan.

Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkap kan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran -restoran siap saji yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sebisa mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makan! an atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam makanan Anda.

10 Kesalahan Umum Saat Off Season Atau Masa Pembentukan Otot






Masa off season merupakan waktu yang pas untuk menambah massa otot agar di kompetisi berikutnya Anda bisa menempati posisi yang lebih baik. Berikut ini daftar 10 kesalahan yang paling sering terjadi pada saat off season dan bagaimana menyikapinya.

1. Kurang Cukup Makan

Terkadang orang-orang setelah kompetisi dengan kondisi definisi otot yang tajam ingin terus mempertahankan hal tersebut, ingin terus menjaga sixpacknya. Hal ini menyebabkan mereka kekurangan tenaga untuk latihan beban yang berat sehingga tidak ada perkembangan yang signifikan hanya gara-gara kurang makan.Waktu off season adalah waktu di mana orang-orang membentuk 95% otot mereka. Tanpa energi dan stamina dari makanan sehat, Anda tidak akan dapatkan perubahan yang Anda inginkan.Pastikan Anda makan cukup kalori untuk mendapatkan perubahan tersebut walaupun Anda akan menambah sedikit lemak, namun akan hilang saat Anda sudah mulai diet menjelang kompetisi.


2. Kurang Cukup Makan Makanan Sehat

Tiap kali selesai kompetisi, menang atau kalah, sebagian besar dari Anda akan makan makanan favorit Anda terlepas makanan tersebut sehat atau tidak. Hal ini tidak apa-apa namun jangan keterusan. Ada sebagian orang berpikir bahwa makanan junk food adalah makanan berkalori tinggi maka cukup untuk mengisi kebutuhan kalori Anda saat sedang off season.Sebaiknya perubahan yang Anda dapatkan di waktu off season adalah penambahan massa otot, bukan lemak. Diet dengan junk food akan meningkatkan jumlah kalori Anda namun penambahan otot sedikit dan lemak akan banyak. Makanlah lebih banyak daging, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.


3. Menghindari Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber tenaga yang penting terutama saat off season. Karbohidrat simple cocok untuk setelah latihan karena akan membantu meningkatkan kadar insulin Anda dan membawa glikogen tersebut ke otot Anda. Selain itu karbohidrat simple ini membantu menghantarkan asam amino dari susu protein yang Anda konsumsi setelah latihan ke otot Anda. Sedangkan karbohidrat kompleks menyediakan tenaga lebih panjang dan cocok dikonsumsi pada saat sarapan atau makan siang.


4. Tidak Kardio Sama Sekali

Ini merupakan kesalahan terbesar yang banyak dilakukan orang-orang saat sedang off season. Alasan mereka rata-rata adalah saya tidak mau kehilangan massa otot dengan kardio. Kenyataannya adalah 30 menit kardio 3x seminggu akan meningkatkan perfoma masa off season Anda.Dengan memasukkan program kardio, nafsu makan Anda akan naik dan ini memudahkan Anda untuk makan makanan sehat, selain itu kekuatan kardiovaskular Anda akan membaik sehingga membantu saat sedang angkat beban.
Kebanyakan orang-orang masih kuat untuk mengangkat beban dari segi kekuatan ototnya, namun kelemahannya justru ada pada nafasnya. Banyak yang kehabisan nafas sebelum menyelesaikan set dan repetisinya. Apabila ini terjadi terus menerus, maka akan menurunkan ukuran otot Anda.


5. Terlalu Banyak Kardio

Terkadang untuk tetap menjaga kondisi dan definisi otot di masa off season seperti waktu kompetisi, orang-orang terlalu banyak memasukkan program kardio dalam latihannya sehingga energi dan staminanya terkuras pada sesi kardio ketimbang latihan beban. Jalankan program kardio yang sedang-sedang saja.


6. Terlalu Banyak Latihan Menggunakan Mesin

Latihan menggunakan mesin memang nyaman namun tetap lebih bagus latihan menggunakan beban bebas atau free weight. Free weights dengan dumbbell dan barbell seperti squats, deadlifts, rows, bench, dan lain-lain adalah menu Anda saat off season dan on season karena latihan tersebut merekrut lebih banyak serabut otot yang membantu ke perkembangan otot yang maksimal. Saat Anda sudah kelelahan dengan free weights baru Anda bisa pertimbangkan untuk gunakan mesin atau kabel.


7. Tidak Cukup Waktu Istirahat Atau Recovery

Waktu off season, tujuan Anda adalah menambah massa otot. Banyak orang tidak menyadari bahwa pertumbuhan otot terjadi di luar gym, di saat Anda istirahat. Mereka sudah melakukan semuanya dengan benar, makan makanan sehat, latihan keras dan teratur, suplementasi rapi, namun lupa memberi tubuh kesempatan untuk memulihkan diri atau istirahat antar waktu latihan agar otot sempat bertumbuh.Anda ‘merusak’ jaringan otot di gym, lalu asup nutrisi yang tubuh butuhkan.
Rentang istirahat yang dibutuhkan tiap jenis otot dan tiap karakter tubuh beda-beda, ada yang 72 jam atau 3 hari, mana pun yang cocok, Anda sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.


8. Timbangan

Sering khawatir tentang timbangan yang tidak naik-naik menjadikan sebagian orang makan makanan tinggi lemak supaya dapat mengatrol berat badan mereka.Tubuh Anda tidak bisa terus menerus menambah massa otot tiap minggu, jadi apabila berat Anda naik terus tiap minggunya, itu kemungkinan lemaknya naik. Fokuslah pada apa yang Anda lihat di cermin, bukan pada timbangan.


9. Tidak Punya Tujuan

Saat selesai event, bertanyalah pada para juri kekurangan Anda di mana sehingga Anda bisa perbaiki dan tampil lebih baik lagi di event berikutnya untuk bagian kekurangan otot Anda.Jadi saat off season, buat tujuan jangka pendek dan panjang yang bisa Anda realisasikan sehingga off season akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Anda.


10. Melewatkan Waktu Makan

Kesalahan ini sering terjadi, pada orang hardgainer pemula, merasa tidak mudah lapar sehingga tidak makan di waktunya makan. Tubuh Anda butuh asupan tiap 2,5 – 3 jam sekali supaya tetap terjaga kondisi anaboliknya. Dengan melewatkan waktu makan, tubuh Anda mulai mengonsumsi otot Anda untuk dijadikan bahan bakar energi latihan, padahal ini yang harus Anda hindari.


·         Kesimpulan
Waktu off season adalah waktu yang tepat untuk membuat perubahan pada fisik Anda. Gunakan waktu ini seproduktif mungkin dengan menghindari kesalahan yang telah dibahas di atas.
Waktu yang terbuang adalah peluang pertumbuhan, jadi kapan pun Anda merasa melakukan kesalahan-kesalahan di atas, segera lakukan koreksi dan kembali ke program Anda semula.

Sunday, 9 December 2012

The Truths About Steroids




Pemakaian drugs / obat-obat doping dalam fitness dan binaraga semakin marak. Artikel ini bukan untuk mengutuk tindakan tersebut. Tetapi artikel ini dibuat untuk memberikan reportase FAKTA tentang apa yang selama ini sudah terjadi di lapangan, dan edukasi ilmiah tentang konsekuensi nyata yang harus dihadapi apabila menggunakan obat-obat doping tersebut.

Drug-dealers kerap menampilkan argumen-argumen dalam tulisan tebal di bawah. Mohon diingat bahwa ulasan dalam artikel ini memuat fakta-fakta yang tidak ingin mereka beberkan karena motif yang kita sama-sama ketahui.

1. “Yang sakit dari pakai steroids sedikit banget! Itupun karena mereka bego memakai steroids tidak sesuai aturan. Kalau sesuai aturan pasti ga akan kenapa-napa.” 

Ironi 1: Pemakaian steroids sendiri sudah merupakan pelanggaran aturan. Karena secara fisiologi, tubuh manusia terutama di usia muda dengan kadar hormon yang masih optimal, TIDAK MEMBUTUHKAN steroids sama sekali. Selain itu, dalam ajang kompetisi olahraga, pemakaian steroids juga melanggar peraturan.

Ironi 2: Penentuan apakah seseorang perlu mendapatkan steroids secara legal, adalah melalui prosedur diagnosa oleh dokter spesialis hormon (endokrinologis) melalui cek darah yang menyeluruh. Dan apabila terjadi kekurangan dari normal (yang biasasnya adalah pasien di atas 45 tahun), dokter akan menentukan dosis steroids yang sesuai untuk membawa ke level normal.
Dosis yang diberikan dokter tergantung seberapa jauh level hasil tes dari level normal. Prosedur / aturan medis seperti ini dapat dipastikan tidak pernah dijalankan oleh drug-dealers dari proses perkenalan sampai proses transaksi terjadi. Di samping itu, dosis yang diberikan dari satu konsumen ke konsumen lain umumnya adalah sama… yaitu minimal 5-10 x di atas dosis yang diberikan dokter, pada pemakai yang kadar hormonnya sedang optimal.

Ironi 3: “Aturan” yang diberikan oleh drug-dealers adalah untuk menggunakan lebih banyak ragam obat lagi. Secara fisiologi, peningkatan 1 jenis hormon akan memicu serangkaian respons di dalam sistem hormonal tubuh. Seperti 1 gerbong kereta api yang keluar jalur, maka akan mempengaruhi gerbong lainnya.

Untuk “mengatur” atau lebih tepatnya memaksa gerbong-gerbong (hormon-hormon) lain untuk tidak keluar jalur, maka diperlukan beragam obat lain untuk mengendalikannya. Contoh, tubuh menjaga rasio yang seimbang antara hormon testosteron (hormon pria) dan hormon estrogen (hormon wanita) pada tubuh setiap orang.

Masuknya steroids yang notabene adalah testosteron buatan, mengisyaratkan tubuh bahwa rasio keseimbangan hormon tersebut sudah terganggu (karena hormon testosteron meningkat drastis), sehingga memicu tubuh untuk meningkatkan produksi hormon estrogen untuk menjaga rasio seimbang tersebut.
Berhubung estrogen adalah hormon wanita yang tidak diinginkan dalam proses pertumbuhan otot (selain memunculkan dampak samping pembesaran kelenjar payudara pada pria), maka logikanya adalah estrogen perlu ditekan / kendalikan dengan 2 upaya, yaitu: menggunakan obat yang menekan produksi / konversi estrogen (anti-aromatase), dan menggunakan obat lain untuk melemahkan aktivitas / sinyal estrogen yang sudah ada (estrogen blocker). Di mana obat-obat tersebut adalah obat untuk wanita penderita kanker payudara, kini dipakai oleh pria muda sehat jasmani yang ingin menaikkan ototnya.

Ironi 4: Bahwa steroids bersifat racun bagi tubuh. Ada teori yang mengatakan steroids dalam bentuk tablet lebih beracun daripada steroids dalam bentuk suntikan. Mengingat suntikan memerlukan tehnik / ahli khusus (dokter), maka selain berupaya mencari dokter yang mau menyuntikkan (yang berarti melibatkan dokter tersebut dalam malpraktek), juga berusaha mempelajari tehnik suntikan sendiri. Pun setelah semua itu bisa dilakukan, steroids dalam bentuk suntikan harganya jauh lebih mahal daripada steroids dalam bentuk tablet.

Atlet binaraga yang biasanya memiliki budget terbatas akan cenderung memilih menggunakan tablet karena harganya yang lebih murah. Jadi ditambahkanlah “aturan” baru lagi yaitu:

* PCT (Post cycle therapy) penghentian pemakaian untuk “menormalkan” kembali sistem endokrin (produksi hormon) dalam tubuh, dengan serangkaian obat yang berbeda.
* Penggunaan suplemen, herbal / jamu untuk menjaga organ hati (liver) yang terkena dampak paling keras dari racun-racun dosis tinggi tersebut.

Ironi 5: 80% steroids yang diedarkan dengan cara seperti ini adalah steroids black market, yang meskipun adalah steroids, tetapi:

* Diproduksi dalam industri rumahan, tidak mengikuti ATURAN produksi obat berstandar GMP (good manufacturing practices) pabrik obat.
* Jadi intinya, dari kadar steril (hygiene) hingga standarisasi kandungan per butir / mililiter sangat dipertanyakan.
* Merupakan versi palsu dari aslinya. Teknologi pemalsuan juga sudah melibatkan peniruan label stiker, kotak kemasan, bentuk botol, hingga ke hologram yang identik dengan aslinya. Sehingga sulit sekali untuk membedakan mana yang asli dan yang palsu.

2. “Umur 25-30 tahun hormon kita juga sudah turun.”
Menggunakan klaim para dokter anti-aging, bahwa hormon kita mulai turun di usia 25-30 tahun (yang kebetulan adalah kelompok target market terbesar dari penggunaan steroids), maka adalah wajar menggunakan steroids. Klaim dokter anti-aging tersebut adalah berdasarkan studi terhadap orang-orang yang sedenter (tidak berolahraga / mengatur pola makan).

Ironinya: Member fitness center yang dirayu para drug-dealers ini adalah orang-orang yang minimal berolahraga teratur, sehingga tidak masuk dalam kategori studi di atas. Lagipula lebih banyak studi yang mendukung fakta bahwa selama kita berolahraga dan memiliki pola makan baik yang teratur, maka kondisi hormonal kita tidak akan mengalami penurunan yang signifikan, dan selama kita menjaga rutinitas berolahraga dan pola makan yang sehat, kadar hormon kita akan terus berada dalam rentang normal untuk puluhan tahun mendatang.

3. “Kalau mau natural, mau sampai kapan? Kamu percaya semua yang claim juara natural benar-benar natural?”

Tehnik menciptakan keraguan ini juga cukup berhasil, dan menjadi salah satu rayuan dengan tingkat keberhasilan yang tertinggi. Ditambahkan dengan beberapa point penguat mereka:

* “Yang mengkampanyekan agar atlet tidak menggunakan drugs adalah orang yang menggunakan drugs paling banyak. Ia tidak ingin dikalahkan oleh pendatang baru.”
* “Saya tau stack (ragam obat) yang digunakan oleh si-ini dan si-itu yang mengaku natural. Bahkan selama ini dia / mereka sering beli dari saya.”
* “Kalau mengaku natural mah gampang, karena drug-test bisa ditipu pakai tehnik tertentu. Itu yang namanya munafik, make tapi ga mau ngaku.”
* “Lagian kita semua sudah dewasa, kita yang ambil keputusan masing-masing. Itu hak azasi kita, bukan orang lain yang nentuin kamu boleh pakai atau tidak. Saya cuma nawarin sudut pandang baru, jadi ga cuma dengar dari 1 pihak. Setelah dengar dari 2 sisi dan menimbang, kamu sendiri ambil keputusan.”
* “Sekarang semua sudah pake. Kalau kamu ga pakai, lupain aja mau jadi juara. Jangan naif!”
* “Di Amerika aja pemakaian steroids ga bisa dicegah dan ga bisa dihentikan! Jadi jangan sok hentikan pemakaian dan penyebaran steroids di Indonesia.”

Ironinya: Seluruh pernyataan ini mengarahkan obyek untuk terprovokasi mencoba. Tidak ada fakta yang ditampilkan di sini untuk mendukung apa yang mereka ucapkan. Padahal merupakan fakta bahwa nama-nama atlet drug-free yang dituduhkan seringkali ditunjuk dalam random drug-test di mana tidak mungkina ada persiapan apapun yang bisa dilakukan untuk menipu test tersebut, karena dipanggil mendadak pada hari itu atau didatangi oleh tim pengoleksi urine. Dan atlet-atlet drug-free tersebut selalu terbukti lulus tes.

Dan pada saat si obyek telah menjadi pelanggan setia, suatu hari nanti si obyek terkena masalah kesehatan, dealers tersebut mudah berkelit (cuci tangan) mengatakan “Kan dari dulu saya sudah bilang, kamu sendiri looo yang pilih untuk mau pakai dan sudah saya kasih tau konsekuensinya (padahal mungkin tidak pernah dikasih tau). Kalau mau pakai harus sesuai aturan.”

Dan saat seorang pelanggannya tewas (seperti yang terjadi pada salah satu juara binaraga yang langsung koma 9 hari dan tewas kurang dari 8 bulan yang lalu), maka dengan mudah disalahkan ke pelanggan itu sendiri dengan pernyataan-pernyataan (melalui thread di forum maupun diskusi langsung dengan keluarga saat atlet tersebut koma di UGD):

* “Ooo….itu mungkin faktor keturunan.”
* “Lagian dia habis tanding langsung makan kambing dan pesta miras. Matinya karena makan sate kambing dan pesta miras. Bukan karena drugs.”
* “Dia memang 2 bulan yang lalu pernah kecelakaan di kepala, jatuh dari motor. Jadi itu mungkin penyebabnya.”

Mulailah dengan komunikasi diri yang lebih baik, bahwa kita memiliki mental “YES, I CAN” dengan cara drug-free. Bahwa hasil binaraga tubuh yang terlihat sehat kuat di luar, seyogyanya selaras sehat dan kuat juga di dalamnya, secara organ internal, maupun secara rohani dan tanggung-jawab moral.

Seorang sahabat yang baik tidak akan menawarkan obat doping kepada kita sebagai solusi meraih otot secara instant. Hindari perdebatan, dan kokohkan prinsip mengutamakan kesehatan daripada penampilan instant. Sebaliknya, ia akan peduli pada kebaikan kita dengan menasehati agar tidak mendekati obat doping tersebut.

Apa itu FITNES




FITNES


Bagi Anda yang memutuskan untuk memulai melakukan kegiatan fitnes, tidak ada salahnya mengikuti tips-tips di bawah ini sebelum memulai aktivitas fitnes, agar terasa nyaman dan tidak mengalami cedera di awal latihan.

- Warmup, pemanasan dapat Anda lakukan selama 5-10 menit, dengan melakukan lari-lari kecil ditempat, jalan jongkok serta melakukan pelemasan pada pergelangan tangan.

- Muscular Strenght, setelah pemanasan sebentar, baru Anda dapat melakukan latihan angkat beban atau barbel, itupun hanya dengan beban berat yang standar, dari mulai 2-4 kg. Lakukan selama 5-10 menit.

- Muscular Endurance, Anda dapat melanjutkan dengan push up, sit up, dan pull up, masing-masing selama 5 menit.

- Cardio Respiratory Endurance, Lanjutkan dengan melakukan olahraga yang menggunakan tangan, seperti renang atau bulutangkis.

- Flexibility, lari di sekitar komplek atau lari di tempat selama 10 menit.

- Cool Down, yang ini dilakukan sambil jalan santai mengelilingi taman selama kurang lebih 15 menit.

Yang perlu diperhatikan disini adalah tidak semua orang dapat melakukan langkah-langkah diatas sebagai penunjang kegiatan fitnes Anda, seperti mereka yang berusia 35 tahun ke atas, dan memiliki riwayat penyakit yang cukup parah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda agar latihan tidak menimbulkan akibat yang merugikan diri sendiri, misalnya penyakit yang Anda derita menjadi kambuh dan menyerang dengan tingkatan yang lebih tinggi. Mereka adalah yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, hepatitis, penderita vertigo, mempunyai masalah dengan pernafasan, penyakit tulang, bermasalah dengan otot-otot di sekujur tubuh, memiliki kandungan kolesterol yang tinggi atau Anda salah seorang keturunan penderita stroke.

Nah, bagi Anda yang tidak bermasalah dengan kesehatan, cukup lakukan langkah-langkah di atas minimal seminggu, yang dilakukan setiap hari, sebelum memulai olahraga fitness. Yang ditunjang dengan makanan yang berkualitas dan pola hidup sehat.